Ada satu kisah sahabat nabi yang begitu menyentuh hati ,karena memilih berjihad bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam daripada kenikmatan dunia. Allah pun menjadikannya Syahid dan menjadi rebutan para Bidadari ,namanya adalah julaibib radiallahuanhu .begitulah Ia dipanggil namanya yang menunjukkan kalau Ciri fisiknya yang kerdil dan pendek.
nama julaibib merupakan nama yang tak biasa dan tidak lengkap nama ini bukan ia sendiri yang menghendaki bukan pula orang tuanya julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui Siapa ayah dan ibunya. demikian pula orang-orang semua tidak tahu atau tidak mau tahu tentang nasab julaibib, bagi masyarakat Yatsrib Madinah tidak bernasab dan tidak bersuku merupakan aib yang paling besar. tampilan fisik dan keseharian julaibib yang lusuh, menjadi alasan orang lain tidak mau dekat-dekat dengannya wajahnya terkesan sangar, pendek bungkuk, hitam dan fakir bajunya usang pakaiannya lusuh dan kakinya pecah-pecah karena tidak beralas, tidak ada rumah untuk berteduh ,ketika tidur hanya berbantalkan tangan berkasur kan pasir dan kerikil. tidak ada perabotan minum hanya dari kolam umum yang diambil dengan telapak tangan. sehingga Abu barzah pemimpin Bani Aslam sampai-sampai pernah berkata tentang julaibib, Jangan pernah biarkan julaibib masuk Diantara Kalian, demi Allah jika dia berani begitu Aku akan melakukan hal yang mengerikan kepadanya.
demikianlah keadaan julaibib kala itu, namun Allah berkehendak menurunkan rahmatnya, tidak satu makhluk pun yang bisa menghalangi julaibib menerima Hidayah dan dia berada di barisan terdepan dalam shalat maupun jihad meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada. namun tidak demikian dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sang rahmat bagi semesta alam .
julaibib yang tinggal di suffah Masjid Nabawi suatu hari ditegur oleh Rasulullah, “julaibib” begitu lembut beliau Shallallahu Alaihi Wasallam memanggil. Tidakkah engkau menikah? Siapakah orangnya yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini ya Rasulullah kata julaibib sambil tersenyum. tidak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun raut mukanya.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga tersenyum Mungkin memang tidak ada orangtua yang berkenan pada julaibib .
namun hari berikutnya ketika bertemu dengan julaibib Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kembali menanyakan hal yang sama, julaibib Tidakkah engkau menikah dan julaibib menjawab dengan jawaban yang sama begitu ,begitu dan begitu tiga kali ,tiga hari berturut-turut .
dan Pada hari ketiga itulah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memegang lengan julaibib dan membawanya ke salah satu rumah pemimpin ansar, Aku ingin menikahkan putri kalian kata rasulullah pada si pemilik rumah ,betapa indahnya dan betapa berkahnya demikian respon pemilik rumah dengan wajah berseri-seri mengira bahwa sang Nabilah calon menantunya. ia Rasulullah ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temeran di rumah kami tetapi bukan untukku kata Rasulullah ,Kupinang Putri kalian untuk julaibib tegas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, julaibib nyaris terpekik Ayah sang gadis ? Iya untuk julaibib .Ya Rasulullah saya harus meminta pertimbangan Isi saya tentang hal ini kata ayah sang gadis .dengan julaibib? istrinya menjawab, bagaimana bisa julaibib berwajah lusuh tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat dan tidak berharta demi Allah tidak. tidak akan pernah Putri kita menikah dengan julaibib.
Perdebatan itu tidak berlangsung lama dari balik tirai Sang Putri berujar Siapa yang meminta ?sang ayah dan sang ibunya pun menjelaskan .Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah demi Allah kirim aku padanya dan demi Allah karena Rasulullah yang meminta maka tiada akan membawa kehancuran dan kerugian kepada diriku, kata sang gadis.
Sang gadis solehah itu lalu membaca ayat yang artinya “Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman apabila Allah dan rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka “dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-nya maka sungguhlah dia telah sesat sesat yang nyata Quran surah al-ahzab ayat 36” dan sang nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis solehah itu Ya Allah limpahkanlah kebaikan atasnya dalam kelimpahan yang penuh berkah, jangan kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah, demikianlah doa indah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam .maka benarlah doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Tak lama kemudian Allah karuniakan jalan keluar baginya ,kebersamaan di dunia ternyata tidak ditakdirkan terlalu lama meski dunia sang istri sholehah dan bertaqwa tapi Bidadari telah terlampau lama merindukannya disurga, julaibib lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang tidak bersahabat padanya. soal Syahid dimedan perang Rasulullah begitu kehilangan pada akhir pertempuran Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya? apakah kalian kehilangan seseorang tidak ya Rasulullah. serempak sahabat menjawab sepertinya julaibib memang tidak berarti dikalangan mereka .Apakah kalian kehilangan seseorang tanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kembali, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya lagi kali ini wajahnya merah bersemu tidak ya Rasulullah kali ini sebagian menjawab dengan was-was ,beberapa orang menengok kekanan dan kekiri .Rasulullah menghela nafasnya Hai tetapi aku kehilangan julaibib .kata beliau para sahabat tersadar ,Carilah julaibib maka julaibib yang mulia pun ditemukan ia terbunuh dengan luka-luka disekujur tubuh dan wajahnya .disekitar jasadnya ada tujuh jasad Musuh telah Ia bunuh Rasulullah dengan tangannya sendiri mengkafani julaibib beliau menshalatkannya dan berdoa ya Allah dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya .kata Rasulullah demikian kisah julaibib yang akhir hayatnya berakhir Syahid ketika membantu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat pilihannya berjihad dan merindukan Syahid mendapatkan Jalan indah dari Allah subhanahu wa ta'ala ,rupa memang tidak seelok para bangsawan harta tak sebanyak yang dimiliki para raja namun Bidadari Surga Berebut menginginkan sosok julaibib tepatlah kiranya kita menyimpulkan bahwa ketaqwaan merupakan harta paling berharga disisi Allah sebab kekayaan rupa maupun kedudukan di dunia akan lenyap begitu ajal datang menghampiri pemiliknya .

0 Komentar